Pokir Jombang: Kunci Perencanaan Pembangunan Daerah yang Inklusif

JOMBANG, INDOTIVI, – Ketua Dewan DPRD Kabupaten Jombang Hadi Atmadji Mengatakan bahwa, Perencanaan pembangunan daerah adalah proses yang memerlukan kolaborasi antara eksekutif dan legislatif sebagai tombak kebijakan pemerintah daerah.

Menurut Hadi, Pokok-Pokok Pikiran (POKIR) DPRD sebagai penunjang dan penghubung antara kebutuhan masyarakat yang sangat penting dan sebagai jembatan aspirasi masyarakat tingkat akar rumput kebijakan pembangunan yang diusulkan Oleh Organisasi Perangkat Daerah(OPD).

Hadi Atmadji,menjelaskan bahwa semua peran dan sistem kedudukan pokir dalam perencanaan pembangunan ada 3 fungsi yaitu.

1.Menjamin Representasi Rakyat
Sebagai perwakilan masyarakat, anggota DPRD memiliki pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan konstituen di daerah pemilihannya.

Hadi menegaskan, dengan mengusulkan Pokir, anggota DPRD memastikan bahwa perencanaan pembangunan tidak hanya berbasis data teknokratik tetapi juga mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat.

2.Partisipasi masyarakat dalam pembangunan merupakan salah satu indikator demokrasi yang sehat.

Lanjut Hadi, Melalui mekanisme reses, DPRD menjaring aspirasi masyarakat, sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih inklusif dan berorientasi pada kepentingan publik.

3.Meningkatkan Akuntabilitas dan Transparansi dalam aspek pengawasan dan kontrol pokir yang disampaikan dalam dokumen resmi melalui Sistem Informasi Pemerinath Daerah (SIPD-RI), menjadikan proses perencanaan lebih transparan.

Dalam Hal ini setiap usulan Pokir dapat ditelusuri asal dan tujuan penggunaannya, sehingga mengurangi potensi penyimpangan anggaran yang seharusnya di gunakan.

“Implementasi Pokok pokok pikiran DPRD yang baik dapat memberikan manfaat yang signifikan seperti keseimbangan dalam pemerintahan karena keputusan pembangunan pemerintah akan lebih adil dan akomodatif”imbuhnya Hadi Armadji

“Dalam hal suatu usulan Pokir yg tepat sasaran juga bs mengurangi angka kemiskinan, pengangguran dan meningkatkan ekonomi masyarakat dan hinggga selain itu Pokir juga dapat mengefisiensi anggaran melalui proses partisipatif sehingga sumber daya yang digunakan dapat optimal”tegasnya.(dra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *