Siap Hadapi Pemilu 2029, PDI Perjuangan Jombang Suntik Darah Muda dan Genjot Transformasi Digital di 21 Kecamatan

JOMBANG, INDOTIVI, – Langkah besar pembaruan organisasi resmi dimulai oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jombang. Sebanyak 21 Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Jombang telah dilantik secara serentak untuk masa bakti 2026–2031 di Gedung Niaga Jaya, Jalan Brigjen Kretarto, Jombang, pada Sabtu (30/5).

Pelantikan ini bukan sekadar seremonial rutin lima tahunan, melainkan menjadi tonggak penting dengan dua misi utama: meremajakan struktur kepengurusan serta mempercepat transformasi digital di seluruh jajaran partai.

Wajah Baru dan Dominasi Generasi Muda

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jombang, Donny Anggun, menjelaskan bahwa pelantikan yang diamanatkan oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini sengaja memberikan porsi besar bagi regenerasi kader. Partai yang identik dengan lambang banteng moncong putih ini menargetkan minimal 20 hingga 30 persen dari total pengurus diisi oleh generasi muda, dengan batasan usia maksimal 35 tahun.

“Pada periode ini, kami mendapat arahan dari DPD agar setidaknya 20 persen, bahkan hingga 30 persen pengurus adalah anak muda. Hasilnya, kini banyak wajah baru dengan semangat segar yang siap mendalami AD/ART serta menjunjung tinggi ideologi perjuangan partai,” ungkap Donny.

Kebijakan berani ini diambil sebagai persiapan matang menghadapi Pemilu 2029 mendatang. Data memproyeksikan bahwa pemilih dari kalangan Milenial dan Gen-Z akan mendominasi panggung politik, dengan persentase mencapai 68% hingga 80% dari total suara sah. Oleh karena itu, menempatkan anak muda di posisi strategis dianggap krusial agar pendekatan dan komunikasi partai selaras dengan karakteristik generasi masa kini.

Kader Senior Wajib Melek Teknologi

Tidak hanya memperkuat barisan muda, PDI Perjuangan Jombang juga menantang para kader senior untuk beradaptasi dan keluar dari zona nyaman. Donny menegaskan bahwa kemampuan memanfaatkan teknologi dan media sosial kini menjadi syarat mutlak dalam proses pembinaan kader.

“Para pengurus senior pun harus mau dan aktif menggunakan media sosial. Kehadiran minimal 30 persen kader muda di setiap tingkatan organisasi diharapkan menjadi motor penggerak yang mempercepat transformasi digital ini,” tambahnya.

Meskipun saat ini DPC Jombang belum memiliki sekolah partai mandiri di tingkat kabupaten, proses pendidikan dan kaderisasi terkait literasi digital tetap berjalan optimal dengan memanfaatkan fasilitas dan kurikulum yang disediakan oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.

“Insyaallah kami siap. PDI Perjuangan adalah partai yang terbiasa bertarung dan berjuang dalam kondisi apa pun,” tegas Donny dengan penuh optimis.

Fokus Selanjutnya: Menguatkan Akar Rumput

Setelah merapikan susunan kepengurusan di tingkat kecamatan, DPC PDI Perjuangan Jombang kini mengarahkan fokus konsolidasi ke tingkat desa atau kepengurusan ranting.

Donny berharap para pengurus PAC yang baru saja dilantik tidak berpuas diri, melainkan segera bergerak aktif menyusun kekuatan ke bawah. Targetnya, penyempurnaan kepengurusan ranting di seluruh desa se-Kabupaten Jombang dapat terselesaikan sepenuhnya pada tahun depan. Langkah ini dilakukan agar seluruh mesin organisasi berjalan lebih solid, terintegrasi, dan siap memenangkan pertarungan politik di masa mendatang.(red/dra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *