WAKIL WALIKOTA DEPOK USUT DUGAAN PUNGLI RETREBUSI SAMPAH DI PASAR KEMIRI MUKA

DEPOK, INDOTIVI, – Pemerintah Kota Depok menelusuri dugaan pungutan liar (pungli) retribusi sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) Pasar Kemiri, Kota Depok.

Dugaan ini muncul berdasarkan informasi yang diterima Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah saat meninjau penumpukan sampah di TPS Pasar Kemiri, Senin (17/11/2025).

Pemkot Depok akan melakukan pemeriksaan secara komprehensif di lingkungan warga sekitar TPS terlebih dahulu.

“Saya juga minta ke pak Lurah untuk menindaklanjuti, mengumpulkan pengurus RW untuk berdiskusi. Jadi bagaimana pembuangan sampah (mereka)? Jangan-jangan dari RW sudah dipungut (retribusi),” kata Chandra di lokasi, Senin (17/11/2025).

TPS Pasar Kemiri merupakan milik swasta dan dalam tanggung jawab pengelola pasar. Sampah yang diangkut ke sana hanya sampah pasar. Namun, Pemkot Depok akan memeriksa ulang sumber timbunan sampah setinggi delapan meter di TPS Pasar Kemiri.

“Retribusinya ke mana? Nah itu kan bisa dikatakan pungli kalau ada, pungli di bidang sampah. Akibatnya kayak begini, sampah enggak keurus (tidak terkontrol),” kata Chandra.

“Jadi yang tidak bayar retribusi juga buang sampahnya ke sini. Nah ini akan kita cek, kita dalami,” imbuh wakil Wali kota Depok ini.

Volume sampah Pasar Kemiri biasanya berkisar 3,5-6 ton per hari. Namun, beberapa waktu terakhir menunjukkan sampah di TPS Pasar Kemiri mencapai belasan ton.

Di samping itu, Chandra menemukan beberapa hal saat meninjau lokasi, yaitu penumpukan sampah di TPS dan di saluran Kali Cabang Tengah dekat pasar. Selanjutnya, terjadi juga penebalan sedimentasi di saluran air dekat pasar, sehingga membuat aliran air semakin dangkal dan akibatnya, banjir kadang menggenang di Pasar Kemiri.

Wakil Wali kota Depok juga masih melihat banyaknya bangunan liar berdiri di atas saluran kali, yang diduga menjadi penyebab banjir di Jalan Margonda Raya. Oleh karena itu, Pemkot Depok berencana membongkar bangunan liar dan membentuk kolaborasi dengan pengelola pasar dalam memperbaiki manajemen mengolah sampah. “Untuk masalah yang sekarang ini secepatnya akan ditindaklanjuti DLHK, sampah di TPS akan diangkut bersih,” tukas Chandra.
(GDP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *