NGANJUK, INDOTIVI,— Upaya memperkuat gerakan literasi di Kabupaten Nganjuk kembali digelorakan melalui Festival Literasi Nganjuk yang digelar di Gedung Wanita Nganjuk pada Rabu (19/11/2025). Dimulai pukul 08.00 WIB, kegiatan yang merupakan program dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Nganjuk ini menjadi salah satu agenda penting dalam mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) sekaligus membangun ekosistem literasi yang lebih kokoh dan berkelanjutan.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kegiatan kali ini secara khusus diikuti oleh para pengelola perpustakaan dari guru SMP se-Kabupaten Nganjuk. Kehadiran mereka menjadi aspek penting karena perpustakaan sekolah dipandang sebagai garda terdepan dalam menyediakan ruang tumbuhnya kreativitas, minat baca, serta kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Kegiatan workshop hari ini menghadirkan dua narasumber utama. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nganjuk, Nur Solekan, menjadi pemateri pertama dengan fokus pada penguatan literasi sebagai fondasi kualitas sumber daya manusia.
Dalam paparannya, Sekda Nur Solekan menekankan bahwa literasi kini tidak cukup hanya dipahami sebagai kemampuan membaca atau menulis, tetapi telah berkembang menjadi kompetensi berpikir yang bersifat holistik.
“Penguatan literasi harus menjadi gerakan bersama. Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi membangun cara berpikir yang kritis, kreatif, dan mampu memahami informasi secara mendalam,” ujarnya di hadapan peserta workshop.
Dirinya juga menambahkan bahwa sekolah dan perpustakaan memegang peranan krusial dalam membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan zaman. “Jika perpustakaan mampu menjadi pusat aktivitas belajar yang hidup, maka kualitas pendidikan kita akan meningkat secara signifikan,” tandasnya.
Narasumber kedua, Isa Anshari, Senior Reporter Tribun Jatim, memberikan materi mengenai teknik menulis efektif bagi siswa serta strategi meningkatkan minat baca melalui konten jurnalistik.
Dalam paparannya, Isa membagikan berbagai pengalaman lapangan mengenai bagaimana tulisan yang menarik, relevan, dan dekat dengan kehidupan siswa dapat menjadi jembatan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap literasi.
Sesi berlangsung interaktif, dengan para pengelola perpustakaan aktif bertanya serta berbagi praktik baik yang selama ini mereka terapkan di sekolah masing-masing. Diskusi tentang kurasi koleksi buku, metode pelayanan perpustakaan, hingga inovasi program literasi menjadi bagian penting yang banyak menarik perhatian peserta.
Melalui penyelenggaraan workshop ini, Dinas Arpus Kabupaten Nganjuk menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan ekosistem literasi yang berkelanjutan. Festival Literasi Nganjuk tahun ini masih akan menghadirkan serangkaian agenda lain yang melibatkan komunitas literasi, pelajar, dan masyarakat umum.
Harapannya, gerakan literasi tidak hanya berpusat pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi budaya yang tumbuh dari sekolah hingga masyarakat luas. Dengan keterlibatan para pengelola perpustakaan SMP, Festival Literasi Nganjuk diharapkan menjadi motor perubahan dalam menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif, inklusif, dan berorientasi pada perkembangan kompetensi abad ke-21(Red/dra)

