JOMBANG, INFOTIVI, – Madarasah Aliyah Negeri (MAN) 9 Jombang yang berada Kepuhdoko Kecamatan Tembelang, diramaikan dengan acara pelepasan atau kegiatan penutupan mahasiswa Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan (AMSP) dari Universitas Hasyim Asy’ ari (Unhasy). Para mahasiswa angkatan 2025 dari berbagai prodi yang ada di Unhasy. di antaranya Prodi Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Arab, dan Pendidikan Agama Islam. Mereka mengakhiri AMSP di MAN 9 Jombang
Pihak Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang menyampaikan terima kasih kepada MAN 9 Jombang yang telah memberikan tempat untuk mahasiswa dapat belajar menerapkan ilmu yang telah didapatkan di bangku perkuliahan.
Acara bertambah seru karena penuh canda dan tawa, terlebih saat sambutan Kepala MAN 9 Jombang, Masrukhin, M.Pdl
“Jangan berhenti di sini karena titik ini adalah awal dari masa depan kalian. Kami di sini membuka kesempatan selebar-lebarnya apabila ada universitas yang ingin mendaftarkan mahasiswanya untuk melaksanakan AMSP. Kami akan memfasilitasinya,” tutur Masrukhin
Pada acara penutupan itu, hadir pula Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari Unhasy untuk menjemput para mahasiswa yang telah melaksanakan AMSP di MAN 9 Jombang
“Kami ucapkan banyak terima kasih atas bantuan Bapak dan Ibu guru di MAN 9 Jombang yang telah membimbing mahasiswa kami, terutama para guru pamong yang dengan sabar mengarahkan mereka untuk menjadi calon pengajar profesional. Kami juga meminta maaf apabila ada kesalahan dari kami yang tengah belajar menjadi guru pemula,” tutur Ibu Lailatul Qomariyyah, selaku Dosen Pembimbing Lapangan.
Pada momentum ini, pihak Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang juga memberikan sebuah cinderamata untuk MA Negeri 3 Jombang sebagai rasa ucapan terima kasih.
Lanjut, Kepala sekolah MAN 9 Jombang, Masrukhin, M.Pdl menegaskan bahwa MAN 9 Jombang selalu membuka diri untuk melayani kebutuhan perguruan tinggi dalam menyiapkan tenaga pendidik masa depan.
“Selain Unhasy, di MAN 9 Jombang juga selalu terbuka menerima mahasiswa PPL dari universitas lainnya, kalau di MAN 9, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman mengajar, tetapi juga bertukar pengalaman lintas perguruan tinggi yang melakukan magang di sini,” kata Masrukhin
Ia juga memberikan pesan penting bagi para mahasiswa agar menjaga disiplin dan komunikasi yang baik dengan guru pamong.
“Bapak-Ibu guru pamong tidak boleh meninggalkan tugas mengajar meskipun ada mahasiswa PPL. Jika ada keterlambatan dari pihak mahasiswa, yang dihubungi tetap guru pamong. Ambil hal-hal yang positif selama praktik, sedangkan yang negatif jangan diikuti,” pesannya.
Program AMSP ini diharapkan tidak hanya memberi pengalaman praktis bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan madrasah.
“Kehadiran mahasiswa AMSP Unhasy di MAN 9 Jombang diharapkan membawa dampak positif bagi proses pembelajaran sekaligus menambah wawasan bagi seluruh pihak yang terlibat,” pungkas Masrukhin (Dra/Red)

