Festival Kali Brantas 1 Jadi Simbol Kepedulian Lingkungan dan Pelestarian Budaya

NGANJUK, INDOTIVI, – Semangat menjaga kelestarian lingkungan berpadu dengan pelestarian budaya lokal mewarnai penyelenggaraan Festival Kali Brantas #1 yang digelar di kawasan Ring Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Minggu (26/07/2026). Mengusung tema “Darma Bhakti”, kegiatan ini menjadi simbol kepedulian masyarakat terhadap keberlangsungan Sungai Brantas sekaligus upaya melestarikan warisan budaya leluhur.

Festival diawali dengan prosesi larung sesaji sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah alam yang selama ini diberikan melalui Sungai Brantas. Prosesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan pelepasan sekitar 7.000 bibit ikan tawes ke aliran Sungai Brantas sebagai bentuk nyata pelestarian ekosistem sungai.

Ketua Panitia Festival Kali Brantas #1, Sugiarto, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga kelestarian Sungai Brantas yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat, khususnya di sektor pertanian.

“Agenda hari ini diawali dengan larung sesaji sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selanjutnya dilakukan pelepasan sekitar 7.000 bibit ikan tawes sebagai upaya menjaga populasi ikan dan keseimbangan ekosistem Sungai Brantas agar tetap lestari,” ujar Sugiarto.

Selain kegiatan pelestarian lingkungan, festival juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni budaya, mulai dari tari tradisional, pembacaan puisi, macapat, drama budaya, kirab budaya, hingga catwalk busana Nusantara. Berbagai penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir.

Festival Kali Brantas #1 juga menjadi wadah kolaborasi berbagai komunitas budaya, di antaranya Komunitas Pamong Kebudayaan Nganjuk (MPK), Sanggar Kencana, Komunitas Macapat Senam Manohara, serta sejumlah komunitas seni dan budaya lainnya yang turut berpartisipasi menyukseskan kegiatan.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kertosono, antara lain perwakilan Kecamatan Kertosono, Koramil, Polsek, serta instansi terkait yang memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian lingkungan dan budaya di Kabupaten Nganjuk.

Menurut Sugiarto, seluruh rangkaian Festival Kali Brantas #1 terselenggara melalui semangat gotong royong dan swadaya masyarakat bersama komunitas yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian Sungai Brantas.

“Harapan kami Festival Kali Brantas dapat menjadi agenda tahunan Kabupaten Nganjuk. Ke depan kami ingin kegiatan ini semakin besar dengan melibatkan lebih banyak masyarakat, pelaku UMKM, serta komunitas budaya sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pelepasan ribuan bibit ikan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan langkah nyata menjaga keseimbangan ekosistem sungai agar tetap menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekarang maupun generasi mendatang.

“Sungai Brantas telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat sejak dahulu. Karena itu sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga kebersihan, kelestarian, dan keberlanjutannya,” tuturnya.

Melalui penyelenggaraan Festival Kali Brantas #1, panitia berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan terus meningkat, sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal sebagai identitas dan kekayaan Kabupaten Nganjuk. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Festival Kali Brantas diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu mendorong pelestarian alam, budaya, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan UMKM.(red/nanik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *