NGANJUK, INDOTIVI – Jumlah siswa SMAN 3 Nganjuk yang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan Makan Bergizi Gratis / MBG terus bertambah. Berdasarkan data terbaru, 94 siswa mengalami keluhan pusing, mual, hingga muntah.
Sebelumnya, data awal menyebutkan sekitar 33 siswa mengalami gejala serupa. Namun setelah dilakukan pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak sekolah bersama tenaga kesehatan, jumlahnya meningkat menjadi 94 siswa
Berdasarkan keterangan guru, para siswa menerima dan mengonsumsi makanan MBG sekitar pukul *
10.00 WIB
“Setelah makan MBG sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah salat Dhuhur, anak-anak mulai mengeluh pusing, mual dan muntah. Kemudian dibawa ke rumah sakit,” ujar salah seorang guru di lokasi.

Tidak hanya siswa, salah seorang guru yang juga mengonsumsi makanan MBG dilaporkan mengalami keluhan yang sama.
Para siswa yang mengalami keluhan segera dievakuasi menggunakan puluhan ambulans ke sejumlah fasilitas kesehatan. Mereka dirujuk ke RSUD Nganjuk, RSI Nganjuk, dan RS Bhayangkara Nganjuk untuk mendapatkan penanganan medis.
Polisi dan Tim Inafis Turun, Ambil Sampel Makanan
SMAN 3 Nganjuk juga didatangi aparat penegak hukum / APH bersama tim Dokpol dan Inafis. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengambil sejumlah sampel makanan untuk dikirim ke laboratorium.
Pemeriksaan tersebut dilakukan guna memastikan penyebab pasti munculnya gejala yang dialami para siswa dan guru.
Menunggu Hasil Laboratorium
Dengan bertambahnya jumlah korban menjadi 94 siswa, kejadian ini kini menjadi perhatian serius. Meski dugaan sementara mengarah pada makanan MBG, penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Pihak sekolah bersama tenaga medis dan instansi terkait masih terus melakukan pendataan serta pemantauan terhadap kondisi para siswa.
Hingga berita ini diturunkan, perkembangan jumlah korban dan hasil uji laboratorium masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.(Tim)

