Upacara Hari Pramuka ke-65 di MTsN 4 Jombang Tekankan Pembentukan Karakter dan Jiwa Kepemimpinan

JOMBANG, INDOTIVI, – MTsN 4 Jombang menggelar upacara peringatan Hari Pramuka ke-65 pada Jumat, 14 Agustus 2026 di halaman madrasah. Upacara diikuti oleh seluruh warga madrasah dengan petugas upacara berasal dari siswa MTsN 4 Jombang.

Wakil Kepala Prasarana MTsN 4 Jombang, Zainul Muttaqin, S.S.,M.Pd., bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, beliau mengajak seluruh peserta untuk mengawali kegiatan dengan rasa syukur karena masih diberi kesempatan menikmati kehidupan.

Sebelum menyampaikan amanat, pembina mengajak peserta mengucapkan Salam Pramuka tiga kali dan dilanjutkan dengan Tepuk Pramuka tiga kali.

“Pramuka adalah sebuah organisasi pemuda yang mencetak kader-kader yang militan, kader-kader pelopor, kader-kader penggerak untuk kejayaan Indonesia Raya,” tegas

Ia menjelaskan bahwa Gerakan Pramuka menjadi wadah pembentukan pribadi yang beriman, bertakwa, berakhlak karimah, tangguh, tidak mudah menyerah, serta memiliki semangat menggapai cita-cita. Hal itu dikaitkan dengan filosofi tunas kelapa sebagai simbol Gerakan Pramuka.

“Kalau kita belajar dari simbol tunas kelapa, akarnya menghujam ke bawah tanah. Ini simbol bahwa keimanan dan keyakinan kita harus menancap ke dalam tanah begitu kuatnya dan kokoh, tidak tergoyahkan,” jelas Zainul.

Ia juga menambahkan batang tunas kelapa sebagai simbol kemanfaatan. “Pramuka adalah kader-kader yang selalu siap bermanfaat untuk dirinya sendiri dan orang lain.” Sementara daun yang menjulang tinggi menjadi simbol semangat anggota Pramuka untuk menggapai cita-cita setinggi langit.

Dalam kesempatan itu, Zainul juga menyebut empat momentum penting di bulan Agustus: Hari Pramuka, Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, serta Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 di Jombang.

Menutup amanatnya, beliau berpesan kepada siswa untuk mempersiapkan diri sebagai generasi penerus bangsa. “Antum syubbanul yaum, rijalul ghod,” yang berarti pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan.

Upacara ditutup dengan yel-yel “Pramuka Indonesia, Pemuda Indonesia, Santri Indonesia” dan pengutipan pesan Bung Karno tentang besarnya peran pemuda dalam menentukan masa depan bangsa.

Redaksi : Chandra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *