PADEPOKAN SKM ( SPRITUAL KUMBANG EMAS) NGANJUK MILAD KE 14 MENEBAR BERKAH MEMBERKAHI & MENGGELAR PENTAS BUDAYA DI LERENG GUNUNG.

NGANJUK, INDOTIVI, – Padepokan Spritual Kumbang Emas ( SKM ) yang berada di lereng Gunung Wilis, di dusun Mberan, Desa Swaru, Kab. Ngajuk Jawa Timur,Senin 22 Juni 2026,keberadaannya terpencil dan bersebelahan hutan jati perhutani, merayakan ulang tahunnya ke 14 th, menggetarkan Bumi Nganjuk.

Menurut Ambran Maulana , salah seorang anggota Padepokan, di acara ulang tahun Padepokan SKM yang ke 14 tahun ini, telah menyembelih 180 ekor Ayam Kampung, 4 ekor kambing. Ungkapnya.

Kata Purnawirawan AKP Susilo SH yang juga anggota SKM menyampaikan, ” guru besar kami, Bapak Siswo Binuko dalam mengadakan acara milad ke 14 tahun padepokan ini, mempersilahkan makan dan minum enak, bersama seluruh masyarakat yang hadir dari pagi hingga malam gratis, beliau tanpa meminta bantuan pada pemerintah dan masyarakat, menggelar acara ini.” Ujar Susilo.

Guru Besar Padepokan SKM, Siswo Binuko dalam sambutannya menyampaikan, “Padepokan SKM harus menebar berkah memberkahi, usaha terapis dan herbal dilakukan oleh Padepokan terus harus dibangun untuk meningkat dan maju ke depan dengan mengutamakan kebersamaan, persaudaraan, demikian juga yang telah mandiri jebolan dari Padepokanu SKM ini, harus terus menebar manfaat dengan menolong dan mengedepankan budaya rasa kasih untuk memberi bukan meminta, harus semua konsisten bersikap menebar berkah memberkahi,” kata Siwon Binuko guru besar Padepokan Spritual Kumbang Emas.

Tamu tamu berdatangan dari berbagai kota termasuk Satrio utusan Purnawirawan Marsekal TNI Imam Sufaat mantan KSAU, dan tamu advokad dari Jogya, juga tokoh – tokoh masyarakat Nganjuk termasuk Impi Yusnandar S. Sos.; SH.; MH.; M.AP.; MM Ketua DPC PJI ( Persatuan Jurnalis Indonesia ) Kab. Nganjuk.

Impi Yusnandar ditunjuk menjadi pembina kehormatan padepokan dengan SK No.: 001/SKM /IV/2026 yang ditandatangani oleh Ketua Padepokan SKM , Dedy Setiawan, dalam sambutannya menyampaikan,” selamat atas milad padepokan ke 14 tahun, khusus seluruh anggota dan para terapis di Padepokan SKM dan yang telah mandiri di luar, tetap terus meningkatkan kemampuan, menjaga persaudaraan dan kebersamaan, dan mengedepankan membangun Budi Luhur untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dan selalu mengutamakan berguna bagi negara dan bangsa.,” ungkap Impi Yusnandar.

Di hari Senin tanggal 22 Juni dari pagi Jam 10.00 WIB hingga pukul 12. 00 WIB malam, pelataran Padepokan SKM di Dusun Mberan Desa Swaru, Kec. Sawahan daerah terpencil di Lereng Gunung Wilis, menggetarkan diramaikan Gelar Panggung Budaya sebagai local wisdom, mulai dari Acara Gelar Kuda Kepang ( Jatilan ) di persembah Group Kesenian Manggolo Putro yang namanya sangat terkenal dari pagi dan dilanjutkan malam harinya menggelar Kesenian Campursari, mendatangkan artis artis papan atas Nganjuk.

Ribuan pengunjung dan ratusan pedagang kaki lima ikut meramaikan datang ke pelataran Padepokan SKM, turut meriahkan ulang tahunnya.

Tokoh tokoh pejabat dari TNI dan Polri di Kecamatan Sawahan turut hadir, kecuali Camat Sawahan dan Kepala Desa Swaru yang tidak tampak batang hidungnya. Sebagian masyarakat menggunjingnya, termasuk Ketua DPC PJI Kab. Nganjuk, Impi Yusnandar menyampaikan, “keterlaluan oknum Camat Sawahan, oknum Camat seperti itu patut diganti. Acara seperti ini menghabiskan ratusan juta rupiah dibiayai secara mandiri, tentu sebagai suatu sumberdaya medorong daerah terpencil dapat menjadi lebih terbuka dan area mobilitas ekonomi antar wilayah daerah kabupaten tersebut, jika terselebggara tiap tahun. Padepokan juga tempat penyerapan tenaga kerja lokal dan menciptakan langan kerja, juga melahirkan orang orang trampil dalan bidangnya, sudah seharusnya didukung oleh Camat. Jangan dalam dugaan tidak mau tahu dan tidak peduli. Ketidak hadiran oknum Camat di acara tersebut bisa menyebabkan masyarakat melecehkannya, menurunkan kepercayaan pada pemerintah dan menurunkan partisipan publik dalam dinamika pembangunan. Harusnya Camat atau utusannya ikut hadir memotivasi publik, memberikan keteladanan seperti yang dilakukan Bupati Nganjuk, orangnya yang egaliter, merakyat, berprestasi, intelektual dan berupaya membangun peningkatan kemajuan local wisdom. Camat tangan kanan Bupati di wilayah penerintahannya yang menjadi koordinator membawahi banyak Desa, jangan sampai jauh dari keteladanan seperti yang dilakukan Bupati, Camat seperti itu pendapat saya bagi Bupati layak untuk menggantinya, bisa merugikan kedudukan secara politik terhadap Bupati dan selaku Kepala Daerah,” kata Impi Yusnandar.(nanik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *