π™Žπ™π™π˜Όπ™†π˜Όπ™π™π˜Ό, π™„π™‰π˜Ώπ™Šπ™π™„π™‘π™„, – Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) XIII Hangabehi, Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, wafat pada Minggu (2/11/2025) pagi di Rumah Sakit Indriati, Solo Baru. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh salah satu kerabat keraton, KPH Eddy Wirabhumi, yang menyebut Sinuhun meninggal dunia sekitar pukul 07.30 WIB setelah lama berjuang melawan sakit.

Rencananya jenazah PB XIII disemayamkan di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat selama beberapa hari sebelum dimakamkan di Pemakaman Raja-raja Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kerabat keraton KPH Eddy Wirabhumi membuka kemungkinan bahwa pemakaman PB XIII akan digelar pada Selasa, 4 November 2025.

β€œSedang dibicarakan lebih dahulu, Kemungkinan besar di Hari Selasa tanggal 4 Nopember 2025, kalau hari Selasa kebetulan Selasa Kliwon. juga Kemungkinan besar diberangkatkan di atas jam 13.00 WIB,” tandasnya

Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) XIII memiliki nama lengkap Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Hangabehi. Beliau lahir di Surakarta pada 28 Juni 1948, PB XIII Lahir dengan nama Gusti Raden Mas Suryo Partono, merupakan putra dari Sri Susuhunan Paku Buwono XII dan KRAy Pradapaningrum, dan juga merupakan putra tertua dari PB XII, raja sebelumnya.

Paku Buwono XIII naik takhta pada 2004, setelah menggantikan Sri Susuhunan Pakubuwono XII yang diketahui telah menjadi raja di Keraton Solo sejak tahun 1945 hingga 2004 atau selama 59 tahun.

Ia menduduki tahta didampingi oleh Permaisuri Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakubuwono. Dari pernikahannya dengan GKR Pakubuwono, ia dikaruniai seorang putra yaitu GRM Suryo Aryo Mustiko atau KGPH Purbaya.

Sebagai pemimpin, PB XIII dikenal memiliki kepribadian tenang dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Jawa. Ia aktif menjaga keberlangsungan upacara adat, kesenian, dan spiritualitas tradisional keraton, seperti Sekaten, Tingalan Jumenengan Dalem, dan berbagai ritual kebudayaan lainnya.

Di bawah kepemimpinannya, Keraton Surakarta terus menjadi pusat pelestarian budaya Jawa. PB XIII mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seniman muda untuk menghidupkan kembali berbagai kegiatan kebudayaan, seperti karawitan, tari klasik, dan pementasan wayang.

Beliau juga berperan penting dalam membuka akses bagi masyarakat umum agar dapat mengenal lebih dekat sejarah dan kebudayaan keraton melalui kegiatan wisata budaya dan edukasi.

Kanjeng Sinuhun Paku Buwono XIII dikenal luas sebagai figur yang bijaksana, sederhana, dan penuh dedikasi terhadap budaya Jawa. Banyak kalangan menyebut beliau sebagai penjaga nilai-nilai luhur dan simbol kelestarian tradisi di tengah arus modernisasi.

Kepergian PB XIII meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Keraton, masyarakat Solo, dan seluruh pecinta budaya Nusantara.

Sejak kecil, ia dikenal disiplin, rendah hati, dan tekun menimba ilmu. Dalam tradisi keraton, setiap gerak langkah seorang calon raja dibentuk lewat paugeran β€” aturan adat yang sarat makna dan nilai.

Pada tahun 1979, GRM Suryo Partono resmi diangkat sebagai Kanjeng Gusti Pangeran Harya (KGPH) Hangabehi, tanda bahwa ia dipersiapkan menjadi penerus tahta ayahandanya.

Beliau pun terlibat aktif dalam berbagai urusan internal keraton, termasuk menjadi Pangageng Museum Keraton Surakarta.

Tak hanya itu, PB XIII juga pernah bekerja di Caltex Pacific Indonesia di Riau β€” bukti bahwa ia bukan hanya seorang bangsawan, tapi juga sosok pekerja keras yang menapaki jalan hidupnya sendiri. (Dipa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *