π πππ½πΌππ, πππΏπππππ – Madarasah Aliyah Negeri (MAN) 8 Jombang mengadakan berbagai kegiatan menyemarakan peringan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 dari Apel Upacara hingga kirab santri.
Saat melaksanakan upacara bendera dengan khidmat dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025. Upacara yang digelar di lapangan madrasah ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran santri dalam sejarah dan pembangunan bangsa. upacara dipimpin langsung oleh Andri Kurniawan sebagai pembina, Dalam amanatnya menegaskan bahwa semangat Hari Santri adalah semangat Resolusi Jihad yang telah menjadi pondasi persatuan ulama dan tentara dalam membela kemerdekaan Indonesia.
Santri MAN 8 Jombang tidak hanya dituntut unggul dalam ilmu pengetahuan umum, tetapi juga harus kokoh dalam akhlak dan pemahaman agama. Kalian adalah Santri Modern, generasi yang memadukan kedalaman ilmu agama dan penguasaan teknologi. Makna Hari Santri bagi kita adalah tanggung jawab untuk menjadi jembatan peradaban, menebarkan Islam yang rahmatan lil βalamin serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,β ujar Andri Kurniawan.
Upacara ditutup dengan pembacaan ikrar santri dan pertunjukan kesenian islami yang menunjukkan kreativitas santri MAN 8 Jombang. Seluruh rangkaian acara menegaskan komitmen MAN 8 Jombang untuk terus mencetak generasi santri yang berilmu, berkarakter, dan siap berkontribusi nyata bagi βKota Santriβ dan Indonesia.
Kepala Sekolah MAN 8 Jombang, Dra. Hj. Farida Priyatna, M.M mengatakan bahwa acara kirab ini bukan hanya parade, tetapi wujud syukur dan penghormatan terhadap santri dan ulama’ yang telah berperan dalam kemerdekaan Indonesia.
“Adanya kirab ini, kita tunjukan bahwa santri adalah bagian tak terpisahkan dari peradaban dan budaya bangsa,” terangnya
Peringatan Hari Santri 2025 menandai satu dasawarsa sejak pertama kali ditetapkan pemerintah sebagai agenda nasional. Sepuluh tahun perjalanan Hari Santri merupakan bukti pengakuan negara terhadap peran besar pesantren dalam membangun bangsa.
βSejak sepuluh tahun Hari Santri, hal ini bukti bahwa negara hadir mengakui jasa pesantren. Sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga kini, pesantren tetap menjadi benteng moral, intelektual, dan spiritual bangsa,β ungkap Farida
Lanjut Farida, bukanlah seremoni tahunan semata. Dalam satu dasawarsa terakhir, peringatannya selalu dikaitkan dengan agenda strategis nasional. Hari Santri adalah bagian penting dalam mendukung agenda besar bangsa
Refleksi satu dasawarsa Hari Santri 2025 dikemas dalam Astahasa, delapan agenda besar yang merangkum nilai perjuangan santri untuk bangsa. sehingga pesantren bukan hanya kokoh di bidang keagamaan, tapi juga makin berdaya dalam membangun kemandirian ekonomi umat
βJadi, Hari Santri merupakan panggilan agar pesantren terus berkontribusi. Dari pesantren, kita rawat kebangsaan, dari pesantren kita bangun kemandirian, dan dari pesantren pula kita kuatkan masa depan Indonesia,β Pungkasnya (CHANDRA)

