Peringatan Hari Buruh dan Hardiknas 2026, PJI Gelar Malam Renungan Nasional untuk Marsinah dan Para Guru di Berbek

NGANJUK, INDOTIVI, – Alun-alun brebek Nganjuk ( Jatim ) – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Kabupaten Nganjuk menggelar kegiatan bertajuk “Malam Renungan dan Do’a untuk Marsinah dan Para Guru di Indonesia” yang dipusatkan di Alun-Alun Berbek, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, Sabtu malam (02/05/2026).

Pemilihan lokasi di Alun-Alun Berbek bukan tanpa alasan. Kawasan ini dikenal memiliki nilai historis dan menjadi ruang publik yang kerap digunakan masyarakat sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya. Nuansa tersebut semakin menguatkan makna reflektif dalam mengenang sosok Marsinah—pahlawan nasional asal Jawa Timur yang menjadi simbol perjuangan buruh—serta penghormatan terhadap jasa para guru sebagai pilar pendidikan bangsa.

Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB ini berlangsung khidmat dan sarat makna. Sejumlah insan pers, berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), serta komunitas lokal turut hadir, menunjukkan kepedulian dan kebanggaan terhadap sejarah perjuangan bangsa dan nilai-nilai kemanusiaan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Sawahan, Bapak Harmadi, yang memberikan dukungan terhadap terselenggaranya acara tersebut.

Dalam suasana hening dan penuh perenungan, para peserta mengikuti doa bersama yang dipanjatkan untuk Marsinah serta para guru di seluruh Indonesia. Lilin-lilin yang dinyalakan menjadi simbol harapan, keadilan, dan semangat yang terus menyala dari generasi ke generasi.

Ketua DPC PJI Kabupaten Nganjuk dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata peran insan pers dalam menjaga ingatan kolektif bangsa sekaligus mendorong kesadaran sosial di tengah masyarakat.

“Dari Alun-Alun Berbek, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, kami ingin menyuarakan bahwa perjuangan tidak boleh berhenti. Marsinah adalah simbol keberanian melawan ketidakadilan, sementara para guru adalah cahaya bagi masa depan bangsa. Keduanya harus terus kita hormati dan teladani,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara media, LSM, dan komunitas dalam mengawal isu-isu sosial, ketenagakerjaan, serta pendidikan agar tetap menjadi perhatian bersama.

Melalui kegiatan ini, DPC PJI Nganjuk berharap semangat perjuangan, keadilan sosial, dan penghargaan terhadap dunia pendidikan dapat terus digaungkan, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga secara nasional. Alun-Alun Berbek pun menjadi saksi bahwa dari ruang sederhana di daerah, lahir pesan kuat untuk Indonesia.(nanik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *