HUT ke – 43 SMP Negeri 1 Perak Mengadakan Pawai ๐˜ฝ๐™ช๐™™๐™–๐™ฎ๐™–

๐™…๐™Š๐™ˆ๐˜ฝ๐˜ผ๐™‰๐™‚, ๐™„๐™‰๐˜ฟ๐™Š๐™๐™„๐™‘๐™„,- Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-43 SMP Negeri (SMPN) 1 Perak mengadakan berbagai kegiatan, salah satunya Pawai Budaya, Rangkai acara dihadiri Kepala Sekolah, segenap guru, staf, Komite sekolah, dan seluruh siswa.

Kepala SMPN 1 Perak, Drs Parsum Sukowibowo, MPd. mengatakan bahwa kegiatan Pawai Budaya merupakan salah satu rangkaian peringatan HUT ke-43 SMPN 1 Perak.

โ€œMelalui pawai budaya ini, diharapkan bisa menggali potensi siswa siswi sekaligus membangun karakter nasionalisme, kebersamaan serta percaya diri,โ€ ungkap Parsum

Kegiatan pawai budaya diikuti oleh semua peserta didik dengan mengenakan pakaian adat di seluruh nusantara.

โ€œSemoga dengan pawai budaya ini, SMPN 1 Perak mendapatkan tempat serta kepercayaan di hati masyarakat dengan meningkatkan prestasi lebih baik lagi,โ€ tandasnya

Parsum Sukowibowo sangat apresiasi pelaksanaan pawai budaya dalam rangka HUT SMPN 1 Perak yang ke-43

โ€œBanyak terdapat implementasi kebhinekaan dalam kegiatan ini. Salah satunya, yang digambarkan melalui keberagaman pakaian tradisional atau adat dari para siswa siswi, termasuk juga, beberapa seni dan kreatifitas. Mulai dari pakaian hingga spanduk yang dikenakan peserta, itu menggambarkan kreatifitas dan keberagaman, hal ini sesuai dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka,” Jelas Parsum

Dengan menggali makna serta nilai pendidikan apa yang digambarkan, maka karakter peserta didik dapat terbangun dan otomatis penerapan pelaksanan pembelajaran Kurikulum Merdeka juga terbangun.

Parsum Sukowibowo juga menjelaskan bahwa sesuai dengan kebijakan Kementerian melalui pembelajaran yang orientasinya pada intra kulikuler dan ektra kulikuler termasuk pawai budaya banyak potensi yang harus digali, โ€œjika melihat sepintas banyak yang mengenakan busana budaya sehingga para siswa SMPN 1 Perak dapat mengetahui bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman budaya dan bisa menerima keberagaman budaya,โ€ Pungkasnya. (Dra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *