Bupati Jombang Perkuat Sinergi Pilar Sosial dan Sekolah Rakyat Lewat Sambung Roso

JOMBANG, INDO TIVI, — Operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT 1) Jombang yang berdiri permanen di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, telah melayani jenjang SD, SMP, hingga SMA terus dipacu pengembangannya. Langkah ini berjalan tegak lurus dengan arahan Pemerintah Pusat untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui jaminan pendidikan dan fasilitas penuh bagi anak-anak di daerah terpencil.

Penjangkauan difokuskan pada anak-anak dari keluarga kurang mampu dan rentan putus sekolah yang bermukim di kawasan pelosok desa hingga pinggiran hutan.

Dalam agenda Peningkatan Kapasitas SDM PKH dan Sapa Pilar Sosial dengan Bupati Jombang di Hotel Yusro Jombang, Selasa (22/9/2026), Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang dalam mengawal program strategis nasional tersebut.

Melalui sesi dialog interaktif “Sambung Roso bareng Abah Bupati Jombang”, Warsubi Bupati Jombang mengupas tuntas perjalanan dan arah pengembangan Sekolah Rakyat di Kabupaten Jombang. Beliau menggarisbawahi bahwa program dari Presiden Prabowo Subianto ini menjadi angin segar bagi masyarakat kurang mampu karena seluruh kebutuhan siswa mulai dari sarana prasarana belajar hingga makan tiga kali sehari dll, dijamin penuh oleh negara.

Abah Bupati Warsubi juga menegaskan bahwa seluruh langkah penjangkauan pendidikan dan pendampingan sosial ini menjadi fondasi dasar untuk menyiapkan generasi masa depan Jombang yang lebih baik.

“Pendidikan adalah senjata paling mematikan di dunia, karena dengan pendidikan, Anda dapat mengubah dunia. Mari kita terus jaga komitmen untuk membuka akses pendidikan dan memberikan pendampingan terbaik bagi anak-anak Jombang,” tegas Warsubi, mengutip pesan Nelson Mandela.

Sebanyak 270 siswa SR dari jenjang SD, SMP, hingga SMA di SRT 1 Permanen ditambah 100 siswa SR rintisan, total sebanyak 370 siswa telah mengikuti kegiatan belajar dan menempati fasilitas asrama. Seluruh fasilitas belajar hingga pemenuhan kebutuhan harian peserta didik, termasuk makan tiga kali sehari, ditanggung penuh oleh pemerintah pusat.

“Kesesuaian kriteria penerima manfaat dipastikan melalui verifikasi ketat berbasis pemeringkatan ekonomi terendah. Tim gabungan yang dipimpin Sekretaris Daerah Jombang bersama Dinas Sosial, para camat, hingga petugas pilar sosial (PKH, TKSK, Tagana) turun langsung menyisir calon siswa di kawasan pinggiran agar bantuan pendidikan dari Presiden Prabowo Subianto ini benar-benar tepat sasaran”, papar Bupati Jombang.

Dalam forum tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang Agung Hariadi, S.T., M.M mengulas proses penjangkauan dan penanganan tantangan lapangan, dengan tema “Dari Lapangan, Menjadi Kebijakan”.

Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si, menekankan pemenuhan hak anak tanpa terkecuali dengan tema “Jombang untuk anak-anak: Tidak Boleh Ada yang Tertinggal”.

Sementara itu Direktur Linjamsos Kemensos RI, Helmy dan Noefi Apriyaningrum memaparkan penguatan perlindungan sosial hingga tingkat desa dengan tema “Ketika Negara Hadir Sampai ke Pelosok”.

Pada acara Peningkatan Kapasitas SDM PKH dan Sapa Pilar Sosial dengan Bupati Jombang, juga ditampilkan pementasan fragmen “Mimpi yang Berani” oleh siswa SRT 1 Jombang, melalui pembacaan puisi tentang perubahan hidup mereka.

Bupati Jombang Warsubi juga memberikan penghargaan kepada para SDM pilar sosial atas dedikasi dan pengabdian mereka di tengah masyarakat.

Penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Pemkab Jombang, Kementerian Sosial, dan para pilar sosial demi mewujudkan target Jombang Maju dan Sejahtera untuk Semua.(dra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *