JOMBANG, INDOTIVI,- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Microgreen bertajuk sayuran mini tinggi nutrisi pada Jumat (5/6/2026). Kegiatan yang menghadirkan narasumber Djum’atin tersebut diikuti oleh unsur pegawai Kemenag induk, madrasah dan masyarakat umum sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya konsumsi pangan sehat sekaligus membuka peluang usaha berbasis ketahanan keluarga.
Agen Perubahan Gerakan Bersama – Sampah Jadi Sedekah (Gema Sajadah) Kemenag Jombang, Leily Irawatie Hasan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengembangan program Gema Sajadah yang tidak hanya berfokus pada sedekah sampah, tetapi juga berbagi pengetahuan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif.
“Gema Sajadah terus mengembangkan kegiatan berbasis sharing ilmu. Sebelumnya kami telah melaksanakan berbagai edu eco workshop. Peserta dari madrasah yang mengikuti kegiatan ini nantinya diharapkan dapat membagikan kembali ilmu yang diperoleh kepada warga madrasah masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Plh. Kepala Kemenag Jombang, Arif Hidayatulloh, menilai bimtek microgreen menjadi salah satu langkah edukatif untuk mengenalkan pola konsumsi sehat kepada masyarakat.
“Saat ini makanan yang dikonsumsi anak-anak maupun keluarga banyak yang bersifat instan, kurang higienis, dan kurang bernutrisi. Kegiatan ini memberikan edukasi tentang pentingnya mengonsumsi sayuran sebagai makanan sehat. Kami berharap peserta semakin memahami makanan yang baik bagi kesehatan,” tuturnya.
Arif berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan bimtek semata, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan ditularkan kepada lingkungan sekitar.
“Semoga hasil dari bimtek ini dapat memberikan dampak positif bagi diri kita, madrasah, maupun keluarga,” tambahnya.
Dalam pemaparannya, Djum’atin menjelaskan bahwa microgreen merupakan sayuran mini yang dipanen pada usia muda, sekitar 7 hingga 14 hari setelah semai. Selain mudah dibudidayakan karena tidak membutuhkan lahan luas dan dapat dipanen dalam waktu singkat, microgreen juga dikenal memiliki kandungan nutrisi yang tinggi.
“Berbagai penelitian menunjukkan bahwa microgreens mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan yang jauh lebih pekat dibandingkan sayuran dewasa,” jelasnya.
Ia juga menerangkan bahwa microgreen berada pada fase pertumbuhan antara kecambah dan tanaman dewasa, sehingga membutuhkan cahaya matahari agar daun tumbuh sempurna dan menghasilkan klorofil.
Tidak hanya menyampaikan teori, Djum’atin juga mengajak seluruh peserta untuk praktik langsung menanam microgreen. Peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan mulai dari penyemaian hingga perawatan sederhana yang dapat dilakukan di rumah.
Salah seorang peserta dari masyarakat umum, Wulan, warga RT 24 Desa Sengon, Jombang, mengaku mengetahui informasi kegiatan tersebut melalui akun Facebook Kemenag Jombang.
“Saya tertarik dengan dunia persayuran, selain melihat peluang usaha juga untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Saya sangat mengapresiasi Kemenag Jombang yang mengadakan kegiatan seperti ini. Selama ini Kemenag identik dengan urusan keagamaan, tetapi ternyata juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Insyaallah kegiatan seperti ini akan berdampak luas bagi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui bimtek tersebut, Kemenag Jombang berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya konsumsi sayuran sehat sekaligus mampu memanfaatkan lahan terbatas untuk menghasilkan pangan bernutrisi bagi keluarga. (Chandra)

