Sedekah Bumi Desa Balongasem Meriah, Hiburan Reog Singo Manggolo Jadi Daya Tarik Warga


NGANJUK, INDOTIVI, – Tradisi Sedekah Bumi di Desa Balongasem, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk berlangsung meriah dan penuh nuansa kebersamaan. Kegiatan tahunan yang digelar sebagai bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa tersebut mendapat antusias tinggi dari warga setempat.

Acara dihadiri oleh Kepala Desa Balongasem Bowo Fitrianto, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, Babinsa, Bhabinkamtibmas, para sesepuh desa, hingga masyarakat dari berbagai dusun yang turut memadati lokasi kegiatan.

Rangkaian acara diawali dengan doa bersama dan tumpengan sebagai simbol rasa syukur atas limpahan rezeki, kesehatan, keselamatan, dan hasil panen masyarakat selama satu tahun terakhir.

Kepala Desa Balongasem, Bowo Fitrianto, mengatakan bahwa Sedekah Bumi merupakan tradisi warisan leluhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan oleh seluruh masyarakat.

“Sedekah desa ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Selain menjaga tradisi leluhur, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kerukunan dan kebersamaan warga Desa Balongasem,” ujar Bowo Fitrianto.

Menurutnya, tradisi budaya seperti Sedekah Bumi memiliki nilai penting dalam menjaga kekompakan masyarakat sekaligus memperkuat budaya gotong royong di tengah perkembangan zaman modern.

Suasana semakin semarak dengan hadirnya hiburan budaya Reog Singo Manggolo yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Penampilan seni tradisional tersebut berhasil menghibur warga sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian kesenian daerah yang masih diminati masyarakat.

Warga tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga memberikan rasa aman dan nyaman selama acara berlangsung.

Pemerintah Desa Balongasem berharap tradisi Sedekah Bumi dan kesenian lokal seperti Reog dapat terus dilestarikan agar generasi muda tetap mengenal budaya daerah sebagai identitas dan warisan leluhur yang harus dijaga bersama.(nanik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *