NGANJUK, INDOTIVI, – Warisan sejarah dan budaya Kabupaten Nganjuk kembali hidup melalui Kirab Boyong dan Sedekah Bumi Hambangun Projo yang berlangsung meriah, Sabtu. Prosesi budaya yang menjadi napak tilas perpindahan pusat pemerintahan dari Berbek ke Nganjuk itu dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk, Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., M.B.A., bersama Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro, S.T.
Ratusan kendaraan tradisional memadati jalur kirab dari Alun-Alun Berbek menuju Pendopo KRT Sosrokoesoemo. Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati di dokar utama menjadi perhatian masyarakat yang memadati sepanjang rute perjalanan.

Kirab diawali mobil Patwal Satlantas dan Kereta Pusaka sebagai simbol penghormatan terhadap sejarah Kabupaten Nganjuk. Di belakangnya, rombongan Forkopimda dan pimpinan DPRD turut mengikuti prosesi menggunakan dokar bersama jajaran kepala perangkat daerah.
Sebanyak 80 armada dokar dan 51 becak hias dari berbagai wilayah ikut memeriahkan kegiatan. Ornamen khas daerah yang menghiasi becak-becak tersebut menambah semarak suasana sekaligus menunjukkan kekayaan budaya lokal yang masih terjaga hingga kini.
Bupati Nganjuk, Kang Marhaen, menegaskan bahwa Kirab Boyong Hambangun Projo bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sarana untuk mengingat perjuangan para pendahulu yang telah membangun fondasi Kabupaten Nganjuk.
“Kirab Boyong ini menjadi momentum untuk mengenang sejarah, memperkuat nilai gotong royong, kebersamaan, serta menanamkan kecintaan terhadap budaya kepada generasi muda,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro menyampaikan bahwa pelestarian tradisi daerah merupakan bagian penting dalam menjaga identitas dan karakter masyarakat Nganjuk di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang jalur kirab. Ribuan warga menyaksikan iring-iringan kendaraan tradisional yang menjadi simbol perjalanan sejarah perpindahan ibu kota kabupaten dari Berbek menuju Nganjuk.
Melalui Kirab Boyong dan Sedekah Bumi Hambangun Projo, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap nilai-nilai sejarah, budaya, serta semangat persatuan yang diwariskan para leluhur dapat terus terjaga dan menjadi kebanggaan masyarakat hingga generasi mendatang.(nanik)

