NGANJUK, INDOTIVI, – Suasana pagi di Pondok Pesantren Yayasan Taman Pengetahuan (YTP) Kertosono, Kabupaten Nganjuk, tampak berbeda pada Rabu (4/2/2026). Ratusan siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) Yayasan Taman Pengetahun (YTP) Kertosono berkumpul memadati aula untuk mengikuti kegiatan Roadshow Generasi Berencana (GenRe) yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB).
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, didampingi Bunda GenRe Kabupaten Nganjuk, Yuni Marhaen, serta jajaran Forkopimcam Kertosono. Kehadiran orang nomor satu di Nganjuk ini disambut hangat oleh pihak yayasan.
Dalam sambutan selamat datangnya, KH Ali Mansyur selaku pengasuh Yayasan Taman Pengetahuan (YTP) mengapresiasi langkah Pemkab Nganjuk yang memilih lembaga pendidikan mereka sebagai lokasi sosialisasi. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Di tengah kesibukan yang luar biasa, Bapak Bupati berkenan rawuh untuk menyapa langsung anak-anak kami di YTP,” ungkap perwakilan yayasan.
Kepala Dinas PPKB Kabupaten Nganjuk, Asti Widyartini, dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 250 peserta didik. Asti menekankan bahwa tujuan utama roadshow ini adalah untuk mensosialisasikan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membentengi remaja Nganjuk, khususnya para santri, dari ancaman Triad KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja), yakni pernikahan dini, seks pranikah, dan penyalahgunaan Napza,” jelas Asti. Selain sosialisasi, momen ini juga dimanfaatkan untuk menjaring potensi para santri dalam ajang pemilihan Duta GenRe Kabupaten Nganjuk tahun 2026.
Dalam arahannya, Kang Marhaen sapaan akrab Bupati Nganjuk mengingatkan para santri tentang pentingnya perencanaan masa depan yang matang. Ia menekankan agar siswa tidak terburu-buru menikah pasca lulus sekolah, merujuk pada ideal usia pernikahan 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki demi menekan angka dispensasi nikah.
Tak hanya bicara regulasi, Bupati juga membakar semangat siswa dengan motivasi tentang mentalitas sukses. Ia mengajak seluruh santri YTP untuk mengubah pola pikir (mindset) menjadi pribadi yang optimis. “Kalian harus punya mental sukses. Mulai sekarang, tanamkan di pikiran kalian: ‘saya anak hebat, saya pasti sukses’, dan jangan mudah mengeluh,” pesan Marhaen yang disambut tepuk tangan riuh para peserta.
Acara berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara Bupati Nganjuk dan para siswa, serta ditutup dengan ramah tamah. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Nganjuk untuk terus “jemput bola” dalam membina generasi muda langsung ke basis-basis pendidikan.(red/dra)

