MAN 3 Kediri Sambut Direktorat KSKK Kemenag RI: Monev Sarpras Keterampilan Demi Standar Dunia Kerja

KEDIRI, INDOTIVI,– Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kediri hari ini, Senin (8/12), menerima kunjungan penting dari Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Kementerian Agama Republik Indonesia. Kunjungan ini bertujuan untuk melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Direktorat KSKK Madrasah. Monev dilaksanakan oleh Bahtiar Rosyadi, S.Pd.I, M.Pd, yang menjabat sebagai Perencana Ahli Pertama, didampingi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kemenag Kabupaten Kediri, Sahrul Munir, MA.

Bahtiar Rosyadi dan Sahrul Munir tiba di MAN 3 Kediri sekitar pukul 12.30 WIB, setelah sebelumnya mengunjungi MTsN 1 Kediri dan MAN 4 Kediri. Kedatangan beliau disambut hangat oleh Kepala MAN 3 Kediri, Drs. Jamiluddin, M.Pd.I, beserta jajaran pimpinan madrasah di ruang kepala madrasah untuk sesi sharing dan koordinasi. Turut hadir dalam pertemuan tersebut KTU, Hudi Santosa, S.Sos, Waka Bidang Akademik Dr. Nurul Mukhlishin, M.Pd.I, Waka Sarpras Achmad Dahlan, S.Pd, Waka Kesiswaan Zainul Mustofa, SE, Waka Humas Eko Sri Astutik, S.Pd, serta Ketua Program Keterampilan, Imro’atul Mufidah S.Pd.

Inti dari monev ini adalah menyoroti kesesuaian sarana dan prasarana (sarpras) yang digunakan di ruang keterampilan dengan standar dunia kerja saat ini. Bahtiar Rosyadi menekankan pentingnya peralatan yang terstandarisasi agar lulusan madrasah siap bersaing. Ia secara spesifik menyoroti kebutuhan di ruang tata boga. β€œApakah peralatan, contoh kompor, pisau sudah sesuai standar dunia kerja saat ini? Jangan sampai pisau satu digunakan untuk memotong daging, sayur, buah, dan lain-lain. Jelaslah ini belum sesuai standar perhotelan, misalnya,” tegasnya, memberikan contoh konkret mengenai praktik yang harus dihindari dan pentingnya spesialisasi alat.

ruang keterampilan Desain Grafis dan Tata Busana. Di ruang Desain Grafis, Bahtiar Rosyadi mengecek perangkat komputer yang digunakan dan menilai bahwa peralatan yang tersedia masih belum sepenuhnya memenuhi standar industri. Beliau menyarankan pihak madrasah untuk segera membuat proposal bantuan yang akan diunggah melalui sistem Sim Sarpras guna peremajaan alat. Sementara itu, di ruang Tata Busana, ia mengapresiasi adanya katalog hasil karya siswa, baik yang manual maupun menggunakan desain komputer.

Kunjungan kembali berfokus pada ruang Tata Boga, di mana beliau memeriksa penataan dan jenis peralatan yang digunakan. Bahtiar Rosyadi memberikan saran praktis terkait penyimpanan. Ia menekankan, peralatan seharusnya diletakkan sesuai tempatnya masing-masing dan tidak dimasukkan ke dalam almari, agar mudah diakses dan menunjukkan standar penataan profesional. Pengecekan detail juga dilakukan terhadap fasilitas pendukung seperti tempat cuci piring, kompor, mixer, dan oven, memastikan semua sesuai dengan standar yang berlaku di dunia usaha. Pada intinya, semua sarana dan prasarana wajib mengadopsi standar dunia kerja sehingga siswa tidak bingung saat terjun langsung di lapangan.

Menanggapi hasil monev tersebut, Kepala MAN 3 Kediri, Drs. Jamiluddin, M.Pd.I, menyampaikan rasa terima kasihnya. β€œKami mengucapkan terima kasih atas kehadiran petugas monev. Dengan datangnya beliau, banyak ilmu yang kami dapatkan dan banyak kritik serta saran. Jadi, kami mengerti kekurangan sarana prasarana yang kita butuhkan,” ungkap Jamiluddin. Kehadiran tim Monev ini menjadi momentum penting bagi MAN 3 Kediri untuk melakukan perbaikan signifikan, khususnya dalam mempersiapkan fasilitas keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.(red/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *